Tema : Seni Budaya Festival Wakatobi

Judul : Bincang Interaktif – Festival budaya Wakatobi

MC : Nanda Putra

Narasumber 1 : Awaludin Muhamad

Narasumber 2 : Laodeh Lukman Wahid

Narasumber 3 : Unggul

Nanda :  (membuka acara, memperkenalkan diri kemudian memperkenalkan narasumber) Saya Bersama dengan bapak Awaludin Muhamad dan bapak H. : Laodeh Lukman Wahid. Bagaimana pak kabar bapak?

Narasumber : Alhamdulillah sehat

Nanda : Untuk menjelang festival Wakatobi ini bagaimana persiapan hingga sekarang?

Awaludin Muhamad : Saya dari kepanitiaan mungkin, sampai saat ini persiapan kami sudah sampai 75% tinggal hal teknis lagi yang perlu kami benahi, tapi bahwasannya kita sudah siap.

Nanda : Untuk dikesempatan tahun ini tema yang diangkat di festival Wakatobi ini apa?

Awaludin Muhamad : (Menjelaskan mengenai tema yang diankat) Jadi tema yang kami angkat itu Mengenal budaya Wakatobi di Tanah Borneo. Mengapa kami mengangkat tema ini, karena kami ingin mengambil peran aktif selaku warga samarinda ingin menyalurkan nuansa budaya seperti halnya etnis lain.

Nanda : Lalu siapa saja yang ingin di tuju dalam kegiatan ini? Pak H. Laodeh?

Laodeh Lukman Wahid : Oke terimakasih, jadi sasaran utamanya adalah memberdayakan masyarakat secara keseluruhan. Kita bahwa Wakatobi itu adalah pengembangan dari kabupaten Buton. Kegiatan ini juga merupakan salah satu kewajiban bagi masyarakat Wakatobi untuk menyongsong anak yang menginjak dewasa dan harapan saya adalah remaja yang kreatif ini bisa lebih bermanfaat untuk wisata Wakatobi dan kota Samarinda.

Nanda : (Menanggapi pertanyaan Narasumber kedua dan memeri pertanyaan ke narasumber pertama) Pak Awaludin sebagai ketua, maksud diadakan acara ini di Samarinda apa? Selain mengenalkan budaya Wakatobi itu sendiri adakah yang lain?

Awaludin Muhamad : (Menjawab dan menjelaskan jawaban pada pembawa acara) kami sebagai generasi muda bisa menjelaskan pada masyarakat ramai sisi lain juga ini searah dengan visi misi pemerintah Kabupaten Wakatobi untuk mengenalkan  potensi budaya maupun kekayaan lainnya.

Nanda : Bisa disebutkan sedikit mungkin, seperti apa nantinya kegiatan akan berjalan?

Awaludin Muhamad : (Menjelaskan salah satu budaya yang ditampilkan) Salah satu kegiatan yang akan kita tampilkan nanti adalah ritual Sombo. Umumnya ritual ini di lakukan ketika remaja yang memasuki usia dewasa tidak boleh menikah dulu kalua tidak ada ritual ini. Dengan ini usia yang memasuki usia dewasa bisa mengikuti ritual ini.

Nanda : Untuk peserta sudah berapa banyak? Apakah peserta hanya untuk warga Buton atau warga Samarinda yang ingin mengikuti bisa ikut?

Awaludin Muhamad : Jadi kita secara umum warga Buton pun melakukan hal ini, tetapi untuk saat ini kita khusus warga Wakatobi. Tapi alhamdulillah sampai saat ini sudah ada lima kabupaten yang mendaftar karena ritual ini memang wajib.

Nanda : Bakal meriah pasti ya

Awaludin Muhamad : Insyaallah

Nanda : (Berganti memberi pertanyaan pada Nrasumber ke dua) di Samarinda sudah berapa kali acara seperti ini diadakan?

Laodeh Lukman Wahid : Acara seperti ini sebenarnya sudah sering tapi dalam cakupan per rumah. Karena itu ada kewajiban bahwa dia harus mengadakan acara itu. Kalau secara terbuka baru kali ini (menjelaskan lebih lanjut mengenai berbagai kegiatan yang akan digelar)

Nanda : (Memberi waktu istirahat/Break) baik kita break sejenak kita aakn kembali, tetap di sini.

Nanda : (Memperkenalkan Narasumber dan menyapa) Kita kedatangan Narasumber baru dengan mas Unggul, apa kabar mas?

Unggul : Alhamdulillah baik.

Nanda : Jadi kapan kegiatan ini diadakan?

Unggul : Jadi acara akan diadakan pada tanggal 17 Desember 2016 sampai 23 Desember 2016

Nanda : (Menanggapi dan berdiskusi dengan narasumber)

Awaludin Muhamad : Ada dari negara Malaysia juga ikut hadir dan mengikuti ritual.

Nanda : berate tidak hanya tingkat kota maupun nasional, tapi bisa dikatakan tingkat internasional ya. Terus pak Awaludin, untuk kegiatan utama pada festival ini apa?

Awaludin Muhamad : kegiatan utama iya Sombo, kemudian ada Kansoda’a.

Nanda : Bisa dijelaskan satu persatu?

Awaludin Muhamad : (Menjelaskan satu persatu tentang ritual yang akan dijalankan ) Iya, jadi ritual Sombo ini untuk yang memasuki usia remaja jadi mereka di kurung pada satu tempat berkisar sampai 4 hari, selama meraka di dalam kurungan mereka diberi wejangan oleh sesepuh. Kemudian setelah itu mereka dikeluarkan, mereka akan dimandikan secara serentak kemudia di arak keliling kampung. Gunannya kita menyampaikan pada khalayak ramai bahwa anak kami sudah selesai melakukan ritual dan bisa dinikahkan.

Nanda : lalu selain acara utama yang sakral adakah acar lain untuk memeriahkan kegiatan ini?

Awaludin Muhamad : Dalam segi itu ada kita isi beberapa kegiatan tapi mungkin pak sekretaris untuk menjelaskan.

  • MC mempersilahkan untuk menjelaskan

Unggul : Jadi selain tiga acara utama ada beberapa acara tambahan antara lain; bazzar kuliner khas Wakatobi, pentas seni tarian Wakatobi, permainan tradisional, dan juga mengundang beberapa etnis lain untuk menyumbang tarian atau lagu daerah.

Nanda : Jadi biar tambah meriah ya, dan saling Bersatu suku – suku yang ada di Indonesia ini ya khususnya di Samarinda. Harapannya ke depan buat kegiatan Wakatobi untuk masyarakat Samarinda ini apa?

Unggul : Jadi harapannya kita kedepan selain ingin menunjukkan bahwa Buton, Wakatobi itu berbudaya kita juga ingin melengkapi keragaman suku di Samarinda. Salin itu kita juga ingin mendukung wisata di Samarinda. (berlanjut menjelaskan lebih detail mengenai tujuan festival)

Nanda : Warga Wakatobi di Samarinda di mana wilayahnya?

Awaludin Muhamad : Untuk saat ini kita tersebar, tapi untuk induk rumahnya itu terletak di sungai Damang, itu mayoritas Wakatobi

Nanda : Itu mereka kegiatan sehari – harinya apa?

Awaludin Muhamad : mereka ada yang wiraswasta, ada juga yang di pemerintahan Sebagian besar pelaut

Nanda : Berati nenek moyangku seorang pelaut gitu ya, lalu untu kerajinan di wakatobi ini sendiri apa?

Awaludin Muhamad : (Menanggapi kembali pertanyaan yang di berikan pembawa acara)

Nanda : Untuk bazzar kuliner nanti akan diadakan dimana?

Unggul : Nanti akan diadakan di lapangan badminton dan diadakan untuk umum

Nanda : Untuk festival budaya Wakatobi ini sebenarnya hanya festival atau Ritual budaya

Awaludin Muhamad : iya, dia ritual. Karena menghimpun banyak orang supaya kita sama – sama kita buat sebuah festival tapi ritual

Nanda : (Sebelum menutup acar mempersilahkan pak Awaludin Muhamad untuk memberikan himbauan

Awaludin Muhamad : (Memberikan beberapa himbauan pada masyarakat)

Nanda : (Mengakhiri acara) Saya akhiri Wassalamualaikum Wr. Wb

Kesimpulan :

Festival Budaya Wakatobi yang pertama kali diadakan, memuat berbagai ritual adat yang akan dijalankan tidak hanya dari Samarinda tapi sampai mancanegara. Yang juga dimeriahkan oleh berbagai banyak acara lain yang ditampilakn pada saat festival berlangsung. Dengan harapan bisa membuat Wakatobi semakin dikenal tidak hanya melalui budayanya tapi juga pariwisata dan kesinian daerah.