Dikutip dari laman sebelumnya yang berjudul “Potensi Seni dan Budaya di Ngawi” terdapat tiga potensi seni dan budaya yang terdapat di Ngawi. Potensi tersebut meliputi Tari Penthul Melikan, Slametan dan Cok Bakal. Dari 3 potensi tersebut topik yang paling relavan untuk dibahas adalah Tari Penthul Melikan.

Topik Pilihan : Alternatif Ke-1

  1. Nama Seni Budaya : Tari Penthul Melikan
  2. Lokasi : Kabupaten Ngawi Provinsi Jawa Timur
  3. Deskripsi Seni dan Budaya : Tari Penthul Melikan merupakan salah satu tarian yang berasal dari Ngawi, Jawa Timur. Nama tari ini diambil dari wilayah diciptakannya tarian ini, yaitu Dukuh Melikan, Desa Tempuran Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Tari Penthul Melikan didirikan oleh para tokoh di wilayah tersebut pada tahun 1952. Tari ini menggunakan Topeng yang disebut Penthul yang menyerupai watak manusia yang berbeda beda. Pada awalnya tarian ini digunakan untuk menyebarkan agama islam dan digunakan untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia. Sampai sekarang tari ini masih ada dan masih aktif di bidang budaya dan digunakan sebagai media pendidikan di daerah sekitar.
  4. Bidang (skim) yang dipilih : PKM-GT

Alternatif Judul

  1. Alternatif Pembelajaran Melalui Media Tari Penthul Melikan di Masa Pandemi
  2. Potensi dan Manfaat Tari Penthul Melikan untuk Masyarakat Milenial
  3. Pelestarian Tari Penthul Melikan di Era Milenial
  4. Pengenalan Seni Budaya Tari Penthul Melikan ke Masyarakat Luas
  5. Adaptasi Tari Penthul Melikan di Era Milenial

Rumusan Masalah

  1. Bagaimana perkembangan Tari Penthul Melikan di masa pandemi?
  2. Apakah tari penthul melikan masih relavan sebagai media pembelajaran di era milenial?
  3. Bagaimana Tari Penthul Melikan dapat dikenal masyarakat luas?
  4. Siapa saja yang bisa terlibat dalam Tari Penthul Melikan?
  5. Apa yang menyebabkan tari Penthul Melikan kurang dikenal masyarakat luas?