Gambar 1. Tari Pentul Melikan
Sumber : https://penthulmelikan.blogspot.com/

Tari Penthul Melikan merupakan salah satu tari yang terdapat di daerah saya, yaitu daerah ngawi. Tepatnya di Dusun Melikan, Desa Tempuran, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Tari penthul melikan diciptakan pada tanggal 27 Juli 1952 oleh para tokoh yang berada di daerah tersebut. Tari penthul melikan awalnya digunakan oleh penduduk sekitar untuk merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Selain itu, tari ini dahulunya digunakan oleh seorang Kiyai bernama Kiayi Muhammad Abdul Juwahair untuk menyebarkan agama islam kepada warga setempat, sarana pembelajaran dan masih banyak yang lainnya.[1]

Tari Penthul Melikan adalah tari yang dilakukan dengan memakai Penthul (topeng kayu). Topeng tersebut bermacam macam bentuknya yang melambangkan watak manusia yang berbeda beda.

Gambar 2 : penthul melikan di festival kesenian
Sumber : https://penthulmelikan.blogspot.com/

Penthul Melikan Merupakan kebudayaan yang mempunyai wujud kebudayaan gagasan (wujud ideal), wujud kebudayaan aktivitas (tindakan) dan wujud kebudayaan artefak (karya). Seperti yang sudah dijelaskan bahwasanya tari penthul melikan merupakan tari yang mempunyai wujud ideal yaitu merupakan sebuah tarian.

“Tari Pentul Melikan tersebut didalamnya memiliki pesan-pesan moral maupun pendidikan nilai karakter yang patut untuk diajarkan kepada masyarakat maupun peserta didik sebagai landasan dalam memupuk sikap mulia untuk diterapkan dalam kehidupan masyarakat.”. (Rahmawati, Yeti Trilaksana, 2018).

Tari pentul melikan juga berbentuk aktivitas atau tindakan. Seperti dalam kutipan diatas, tarian ini digunakan untuk metode pembelajaran di daerah tersebut. Selain itu tarian ini juga digunakan untuk memperingati hari hari besar seperti maulid nabi dan lain lain. Selain itu, tarian ini juga berwujud artefak atau karya. Yaitu karya topeng atau biasa disebut “Penthul”.


[1] Rahmawati, Yeti Trilaksana, A. (2018). Tari Pentul Melikan Kabupaten Ngawi Sebagai Media Pendidikan Karakter. Avatara, 6(2).

DAFTAR PUSTAKA

Karimah, Harmin Etikasari, and Muhammad Hanif. 2017. “Makna Simbolik Tari Pentul Melikan Di Tempuran Paron Ngawi.” Gulawentah: Jurnal Studi Sosial 2.1 (2017): 49-58. (diakses tanggal, 25 Maret 2021)

Pentul Melikan 1952 Ngawi. 2020. “Cerita Budaya Desaku Melikan”. https://penthulmelikan.blogspot.com/. (diakses tanggal, 25 Maret 2021)

Rahmawati, Yeti Trilaksana, A. (2018). Tari Pentul Melikan Kabupaten Ngawi Sebagai Media Pendidikan Karakter. Avatara, 6(2). (diakses tanggal, 25 Maret 2021)