Diskusi Naskah Nusantara telah diselenggarakan pada Selasa, 16 Maret 2021 melalui Video Converence dan Live Streaming youtube di kanal youtube “WBS Radio Perpusnas”. Pada diskusi yang telah diselenggarakan membahas tentang Antropomorfisme dalam Pancatantra Hipopadesa hingga Tantri Kediri. Narasumber pada diskusi ini adalah Zakariya Pamuji Aminullah, M. A. yang merupakan dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada.

“Istilah antropomorfisme berasal dari bahasa Yunani (Antropos) manusia dan (Morphe) yang berarti bentuk (http://en.wikipedia .org./). Apabila merujuk dari kedua kata tersebut dapat diambil pengertian bahwa antropomorfisme adaah segala sesuatu yang berkaitan dengan bentuk manusia.” (Sugihartono, 2011)

Dari kalimat kutipan diatas dapat saya artikan bahwasanya antropomorfisme merupakan cerita yang menceritakan dan menggambarkan perilaku manusia dengan menggunakan peran atau tokoh binatang untuk menyampaikan pesan moral. Seperti yang dijelaskan oleh narasumber yang digambarkan oleh cerita “Burung dan Kera”.

Cerita fabel dibedakan menjadi dua, yaitu cerita fabel metafora dan alegori. Metafora yaitu pembawaan sebuah tokoh binatang dalam cerita yang mengandung moralistik yang bertujuan agar lebih mudah diingat. Sedangkan Alegori merupakan cerita yang dibawakan sebagai petunjuk kebenaran dan kejujuran. Alegori biasa digunakan untuk cerita non-fiksi atau legenda, sedangkan metafora digunakan untuk menyampaikan cerita fiksi.

Pada cerita fabel yang terdapat pada antropomorfisme, binatang mempunyai sifat dan perilaku masing masing. Perhatikan gambar berikut!

Gambar 1. Watak dan Perilaku Aktor atau Peran Binatang pada Setiap Cerita

(Sumber : Webinar Diskusi Naskah Nusantara #24, 2021. TC : 01:17:20)

Setiap cerita, binatangg yang dimaksut mempunyai watak dan perilaku yang berbeda beda. Begitupula dengan watak dan ajaran atau pesan yang dibawakannya.

DAFTAR PUSTAKA

Sugihartono, Ranang Agung. 2011.  “Antropomorfisme Dalam Kesenian Indonesia. “Capture: Jurnal Seni Media Rekam 2.2. https://jurnal.isi-ska.ac.id/index.php/capture/article/view/609/0 (diakses tanggal 19 Maret 2021)