Tradisi Kebo-keboan Suku Osing

Tradisi Kebo-keboan I OsingBanyuwangi Suku Osing di Banyuwangi, Jawa Timur memiliki beragam tradisi dan kesenian yang khas. Dalam hal ini, tradisi dan kesenian Osing sangatlah dikaitkan dengan berbagai mitos-mitos.Berbagai ritual budaya Osing yang dapat kita jumpai di antaranya; Tradisi ider bumi, Tumpeng sewu serta kesenian Tari seblang. Selain itu, ada juga tradisi Suku Osing yang… Continue reading Tradisi Kebo-keboan Suku Osing

Antropomorfisme mengacu pada hal-hal yang berkaitan dengan ciri-ciri manusia berupa hewan dan makhluk lainnya. Sebagai bagian dari sastra dan sastra, personifikasi sangat erat kaitannya dengan seni dan cerita kuno. Sebagian besar budaya memiliki tradisi dongeng kuno, di mana hewan merupakan karakter yang mewakili perilaku manusia secara umum. Fabel menggambarkan karakter atau tingkah laku manusia melalui karakter binatang yang mengandung doktrin-moralisme. Pemberian nilai moral melalui penggambaran hewan dimulai dari kitab Rg Weda dan Upanisad. Hewan disebut golongan kehidupan sehari-hari, dan akhirnya dipindahkan ke ranah yang lebih religius. Kemudian muncul dalam ruang rupaka (simile) dan upama (metafora). Pancatantra mencakup moralisme doktrinal ilmu politik. Pancatantra menceritakan kisah Prabu Amarasakti dari kisah tiga orang yang tidak mau belajar. Pancatantra memiliki lima bagian, di antaranya Mitrabheda, Mitralābha, Kākolūkīya, Labdhapraṇāśa, Aparīkṣitakāraka. Kisah ini menyebar ke seluruh dunia, dari India hingga Barat, dari Timur hingga Jawa. Contoh dari cerita ini adalah cerita burung dan monyet, yang ditampilkan di bagian Mitrabedha. Hitopadesa adalah kompilasi dan penataan ulang cerita Pancatantra. Hitopadesa mirip dengan studi Pancatantra versi India Selatan, yang disebut Tantrakhyayika. Hitopadesa memiliki empat bagian, di antaranya Mitralābha, Suhṛdbheda, Vigraha dan Sandhi. Contoh dari cerita ini adalah cerita burung dan monyet, yang ditemukan di bagian kedua dari cerita Vigraha. Kisah Tantri Kamandaka terkait dengan relief Candi Jago, Candi Mendut dan candi lainnya. Bedanya dengan Pancatantra, cerita ini lebih mirip dengan cerita 1001 malam. Struktur naratif dianggap semrawut karena menekankan bahasa Sansekerta. Kidung Tantri Kediri yang ditulis dalam bentuk kidung atau puisi di Jawa Tengah mirip dengan Tantri Kamandaka. Inovasi karya ini didasarkan pada sastra, yaitu lukisan alam, adegan cinta, pidato dan bahasa artistik ditambahkan. Kisah burung dan kera merupakan bagian dari kisah kera dan pemburu pupuh 4 pasal 166 hingga 169.

Hello world!

Welcome to Blog Mahasiswa Sites. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!